RENUNGAN UNTUK ANDA YANG MENDENGAR ADZAN


Adzan…. sebuah hal yang sudah muslim ketahui, sebuah seruan yang sering mukmin dengar.

Adzan merupakan panggilan bagi umat Islam untuk memberitahu masuknya salat fardlu. Dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap salat lima waktu.

Wahai kaum muslimin, wahai kaum mukminin mari kita simak, kita renungkan beberapa hadits-hadits berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

“Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” [HR. Abu Dâud dan Ibnu Mâjah, dan dishahihkan oleh al-Albâni]

Dalil bagi kita bahwa wajib shalat berjamaah di masjid jika mendengar adzan, wajib menjawab seruan adzan dengan mendatangi masjid tempat dikumandangkan adzan untuk melakukan sholat berjamaah

Dalam sebuah Hadits riwayat dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata,

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

“Seorang buta pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Iya.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).” [HR. Muslim]

Disebutkan dalam hadits ini tentang orang buta yang tidak ada penuntun untuk ke masjid, namun tetap diperintahkan untuk memenuhi seruan adzan dengan shalat berjamaah ke masjid jika ia mendengar adzan. Bagaimana dengan kita yang matanya sehat? Kita yang masih diberi kenikmatan Allah melihat? Diberi kemudahan berjalan dengan mata kita?
Sebuah renungan dan pengingat bagi kita…..

Dalam hadits yang lain, Ibnu Ummi Maktum (yang buta matanya). Dia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».

“Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholâh, hayya ‘alal falâh? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.” [HR. Abu Dâud, Syaikh al-Albâni mengatakan bahwa hadits ini shahih]

Perintah memenuhi seruan adzan bagi mereka yang mendengar, bahkan seorang yang buta…

Hayya ‘alash sholâh…… Hayya ‘alash sholâh……

Kita adalah muslim, kita adalah mukmin…. Allah masih beri banyak nikmat kepada kita, marilah kita sambut seruan Allah jika kita mendengarnya…

Wallahu A’lam, semoga Allah meneguhkan langkah kaki kita untuk mendatangi Masjid guna memenuhi seruan adzan. Aamiin

✏ Akhukum Fillah: Abdul Muhsin حفظه الله تعالى

Advertisements