Kalung Dari Ayah


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــمِ اللّهِ الرّحْمنِ الرّحِيْـــــــمِ.

Semangat Pagi Saudaraku,

Di suatu malam seorang ayah membacakan cerita untuk anak perempuannya. Setelah membacakan cerita, si ayah bertanya kepada anaknya: “Nak, apa kamu sayang Ayah?”. Si anak menjawab, “Tentu saja aku sayang Ayah”. Ayahnya tersenyum lalu bertanya, “Kalau begitu, boleh Ayah minta kalungmu?”. Lalu si anak menjawab, “Ayah, aku sayang Ayah, tapi aku juga sayang sama kalung ini”. Lalu Ayahnya berkata, “Ya sudah tidak apa², Ayah hanya bertanya saja”.

Si ayah lalu pergi. Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut, ayahnya menanyakan hal yang sama dan si anak pun menjawab dengan kata² yang sama. Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu,

“Kenapa tiba² Ayah mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Ayah juga”. Malam berikutnya, sang Ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata, “Ayah, Ayah tahu aku sayang sama Ayah dan juga kalung ini. Tapi kalau Ayah mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Ayah”. Si anak memberikan kalungnya dan Ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri, lalu Ayahnya memasukkan tangan kanannya ke saku kanan dan mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli. Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya,

“Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Ayah sejak pertama kali Ayah meminta kalungmu, tapi Ayah menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu dan Ayah gantikan dengan yang lebih baik dan indah”. Si anak menangis terharu.

Saudaraku yang dirahmati Allah SWT,

Seringkali kita merasa Allah tidak adil. Dia yang memberikan, tetapi kenapa Dia juga yang mengambilnya.

Terkadang kita selalu sakit hati, sedih dan kecewa, tetapi tidakkah kita tahu, di saat Allah mengambil sesuatu yang berharga dari kita, ternyata Allah punya rencana lain. Dia mau menggantikannya dengan yang LEBIH BAIK lagi dari apa yang sudah kita miliki sekarang.

Allah SWT berpesan:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS Al Baqarah [2]: 216).

Jadi,
(1). Terimalah apapun yang kita alami (dengan bersabar, tidak menggerutu, apalagi menyalahkan diri sendiri tentunya setelah ada upaya maksimal dari kita),
(2). Berilah apa yang dapat kita berikan (dengan beramal karena Allah, bukan yang selain Allah),
(3). Kembalikanlah apa yang diminta oleh Allah (dengan ikhlas), dan
(4). Tetaplah bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan, maka rejekimu pasti akan dilipat gandakan.

Selamat beraktifitas. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi aktivitas kita. Aamiin.

بَارَكَ اللّهُ فِيْك
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

 

sumber : Grup Whatsapp KMS

Advertisements