SHALAT MALAM


๐Ÿƒ Definisi shalat malam

Shalat Malam adalah Sholat tathowwuโ€™ yang dilakukan pada malam hari setelah sholat Isya hingga sholat Shubuh. Sholat malam apabila dilakukan setelah tidur, maka dinamakan sholat tahajjud, namun jika sebelum tidur maka tidak ada nama khusus. Jika jumlah rakaatnya ganjil maka disebut sholat Witir, numun jika genap maka tidak ada nama khusus. Jika dilakukan di bulan Ramadhan maka disebut sholat Tarawih atau qiyam Ramadhan.

๐Ÿ‚ Hukum sholat malam

Sholat malam hukumnya sunnah muakkadah atau sunnah yang ditekankan untuk dilakukan, di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut yaitu hadits:

ู†ูุนู’ู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูยป ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽุนู’ุฏู ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ูŽุงู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‚ูŽู„ููŠู„ู‹ุง

“Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah, seandainya dia sholat malam. Setelah itu dia tidaklah tidur di malam hari melainkan sedikit.” [HR. al-Bukhary]

๐ŸŒฟ Waktu Sholat malam

Sholat malam boleh dilakukan di awal malam setelah selesai sholat Isya hingga akhir malam sebelum masuk waktu sholat Shubuh, berdasarkan hadits :

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฒูŽุงุฏูŽูƒูู…ู’ ุตูŽู„ูŽุงุฉู‹ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงู„ู’ูˆูุชู’ุฑู ููŽุตูŽู„ู‘ููˆู‡ูŽุง ูููŠู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‰ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

“Sesungguhnya Allah telah menambah sebuah sholat untuk kalian yaitu sholat witir, maka laksanakanlah sholat witir di antara sholat Isya sampai sholat Fajar”. [HR. Ahmad dan dishahihkan oleh al-imam al-Albany]

Boleh bagi kita untuk melakukannya di awal malam, tengah malam atau di akhir malam, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah :

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู‡ ูˆุณูŽู„ู‘ูŽู… ูŠููˆุชูุฑู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ุณูŽุทูู‡ู ุŒ ูˆูŽุขุฎูุฑูู‡ู

Dari Abdullah bin Masโ€™ud berkata : “Dahulu Rasulullah melakukan shalat witir di awal malam, di pertengahan malam dan di akhir malam”. [HR. Ahmad dan dishahihkan oleh al-Imam al-Albany]

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ: “ู…ูŽุง ูƒูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุดูŽุงุกู ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุฑูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ู…ูุตูŽู„ู‘ููŠู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽุดูŽุงุกู ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุฑูŽุงู‡ู ู†ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ู” ,

Dari Anas berkata : “Tidaklah kami ingin untuk melihat Rasulullah sedang shalat kapanpun di malam hari melainkan kami pasti akan melihatnya, dan tidaklah kami ingin melihat beliau sedang tidur di malam hari melainkan kami akan mendapatinya”. [ HR. an-Nasaโ€™iy dan dishahihkan oleh al-Imam al-Albany]

Hadits-hadits tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah terkadang shalat di awal malam, atau tengah malam, atau akhir malam, sebagaimana yang diungkapkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar : โ€œyaitu bahwasannya shalatnya Rasulullah dan tidurnya berlainnya waktunya di waktu malam dan tidak ada waktu tertentu akan tetapi sesuai dengan keadaan yang mudah bagi beliau untuk melaksanakan shalatโ€.

Maka boleh bagi seseorang untuk seseorang melaksanakan shalat malam baik itu di awal malam atau pertengahan atau di akhir malam sesuai dengan kondisi yang mudah baginya meskipun waktu yang terbaik adalah di akhir malam, berdasarkan sabda Nabi :

ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุงููŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽู‚ููˆู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุขุฎูุฑู ุงูŽู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ููŽู„ู’ูŠููˆุชูุฑู’ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽู‡ู, ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุทูŽู…ูุนูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู…ูŽ ุขุฎูุฑูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠููˆุชูุฑู’ ุขุฎูุฑูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู, ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุตูŽู„ูŽุงุฉูŽ ุขุฎูุฑู ุงูŽู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ู…ูŽุดู’ู‡ููˆุฏูŽุฉูŒ, ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู

Barangsiapa yang takut tidak bangun di akhir malam maka hendaknya dia witir di awal malam, dan barangsiapa yang bersemangat ingin bangun di akhir malam maka hendaknya dia witir di akhir malam, karena sholat di akhir malam dipersaksikan, dan dia lebih baik. [HR. Muslim]

Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s