DOA PATEN ALA MUKIDI


Mukidi berdoa :
Ya Tuhan, jadikan aku orang yang cuma dengan kipas-kipas saja uang mendatangiku..!

Cliiiing…!!!… tak lama kemudian Mukidi jadi penjual sate…

Tidak puas dengan itu,Mukidi berdoa lagi :
Ya Tuhan, jadikan aku orang yang hanya dengan duduk goyangkan kaki bisa dapat rejeki…! Continue reading

Advertisements

‎Seorang pemain golf profesional


‎Seorang pemain golf  profesional, Paul W. M Cummings, bertanding dalam sebuah turnamen golf.
Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau.
Ketika ia berjalan di fairway,
ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton.

Bagaimana ia bisa lanjut memukul bola itu dengan baik?
Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman.

Tetapi jika ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik.
Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi.

Apa yang harus dilakukannya???

Banyak pemain mengalami hal serupa.
Hampir semuanya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman.
Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi.
Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu.
Resikonya terlalu besar.

Namun,
pemain profesional ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.
Dia memilih bertanya kepada caddynya apa yg sebaiknya dilakukan

Tiba-tiba caddynya merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak rokok kretek.
Dibukanya kotak rokok itu yg ternyata didalamnya ada korek api.
Lalu ia membakar kantong kertas itu sehingga habis terbakar dan menyisakan bola golf itu.
Segera Paul Cummings memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wuuss…  bola terpukul dan jatuh persis di dekat ‘hole’ (lobang) di lapangan hijau.

Bravo.!!
Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.

??????????

Ada orang yang menganggap kesulitan atau masalah sebagai ujian atau hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu.

Ada yang mengambil resiko dengan  melakukan kesalahan
(marah, menyalahkan orang lain, bahkan complain kepada Tuhan) dalam menghadapi masalah itu ‎

Namun,
sedikit sekali yang bisa bersikap tenang dan berpikir kreatif  serta meminta nasehat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah itu hingga menggapai kemenangan.‎

‎Padahal,
sejatinya, di dalam setiap masalah itu sudah terkandung solusinya…

Tahukah saudara siapakah caddy yg brilliant itu?

✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨

Namanya
Mukidi

Maafkan Aku Suamiku…


Suamiku Selalu Pulang Dini Hari Dan Langsung Mandi, Istri Menangis Setelah Tahu Rahasianya
Setahun sudah kami berumah tangga, kehidupan kami normal-normal saja. Meskipun belum memiliki rumah sendiri, sebagai istri, aku tidak mempermasalahkannya. Meski demikian, kami berusaha menabung setiap bulan agar bisa membeli rumah walau sederhana.

Continue reading

SIM A, B, C TIDAK PERLU DIPERPANJANG


Kebijakan yang populis dan direspon positif oleh Publik adalah kebijakan dari Kemendagri bahwa E-KTP tidak perlu diperpanjang dan berlaku seumur hidup.

Kini diam diam Kepolisian juga mengeluarkan kebijakan strategis yang tidak digembar-gemborkan ke publik, yaitu Sim A, Sim B dan Sim C tidak perlu diperpanjang. bahwa saat ini ukuran Standar SIM apapun adalah Lebar 5 Cm dan Panjang 8.5 Cm seukuran kartu ATM.

Semisalnya ada yang berani coba coba memperpanjang SIM menjadi 200 cm, kan jadi susah mmbawanya, ke dalam dompet yakin tidak akan masuk, digantungkan di leher merepotkan, juga bahan baku menjadi boros.

Jadi SIM apapun tidak perlu diperpanjang.

Demikian penjelasan dari Kabid Humaspol Kombes Mukidi.

HADIAH ULANG TAHUN


Mukidi : “Selamat ulang tahun ya Dik Srii, mmuuuuuaaachh..??

Sri : “Terima kasih Mas Mukidi. Aku kira sampean lupa sama Ultah ku (senyum sambil dimanis-maniskan)”

Mukidi : Ya ingat lah Dik. Tapi aku hanya bisa kasih kado ini (sambil menyerahkan kado)”

Sri : “Makasih ya Mas Mukidi. Ini isinya apa? Aku buka ya?”

Mukidi : “Jangan sekarang. Bukanya nanti kalau aku sudah pulang”.

Sri : “Oke deh Mas… (sambil ngedip ngedipkan matanya)”

Mukidi terus pamit pulang.
Baru saja sampai di rumah, Mukidi dipanggil oleh Ibunya.

Ibu : “Di …di…, keluar lah dari kamar sebentar”

Mukidi : “Iya Bu. Ada apa memanggil saya?”

Ibu : “Ibu tadi habis beli celana dalam, warna pink. Tadi Ibu letakkan di kursi sini. Kok gak ada?

Terus ini yang ada malah kerudung warna pink, punya siapa Di???”

Mukidi : “Mati aku!!”, sambil menepuk jidatnya berkali-kali.

Ibu : “Ada apa Di?”

Mukidi : “Ini kerudung untuk hadiah Ultahnya Sri!! Berarti tadi yang aku bungkus untuk kado celana dalamnya Ibu!!!”, sambil mengusap-usap wajahnya.

Ibu : ” Ya sudah gak apa-apa. Besuk Ibu beli lagi”

Mukidi : “Wah…wah…wah. Bisa jadi jomblo aku nanti Buk”

Ibu : “Hlaa emangnya kenapa Nak?”

Mukidi : “Sebab di dalam kado aku kasih tulisan,
“SRI…, NANTI KALAU PAS PAKAI KADO INI, RAMBUTNYA DIPERLIHATKAN SEDIKIT YA. BIAR TAMPAK KEREN”.???

Salam sayang untuk Sri..